Petualangan Eropa – Hidayah Tak Mengenal Tempat


Januari 2016 adalah kali pertama saya melakukan perjalanan ke luar negara tempat saya studi saat ini. Bukan karena masih jetlag dan sebagainya, tapi lebih karena hak keimigrasian saya yang belum penuh. Karena sebenarnya seminggu sejak kedatangan saya di Austria ini, saya sempat diundang untuk menghadiri sebuah seminar di Berlin, Jerman. Tapi berhubungan visa yang saya peroleh hanya memberikan hak Single Entry dan kartu Resident Permit belum keluar dapat, akhirnya ya ditunda dulu traveling.

Ya.. Januari 2016 ini adalah perjalanan pertama saya sejak menginjakkan kaki di negeri yang terkenal dengan seorang komposer musik klasik bernama Mozart dan juga pertama kalinya saya berkunjung ke wilayah Eropa Timur. Saat itu, saya berkunjung ke teman saya yang sedang studi di Ceko, tepatnya di Kota Praha. Sebuah negeri maju di Eropa Timur, namun memiliki paham komunis. Tapi siapa sangka, meskipun negerinya berpaham komunis, ternyata tidak menutup jalan bagi datangnya hidayah Islam kepada orang-orang yang berusaha mencari hidayah tersebut.

Hidayah Islam tersebut datang kepada seorang sahabat teman saya, bernama Peter Brejcha, seorang keturunan asli ceko. Saya pertama kali bertemu dengan Peter, sapaan akrabnya, ketika teman saya menjemput saya di stasiun kereta kota Praha. Pertemuan saya dengan Peter, bukanlah pertemuan yang disengaja. Tapi karena waktu itu, Peter akan bermalam di rumah teman saya untuk belajar Al-Quran. Memang Peter biasa bertemu dengan teman saya ini untuk mempelajari Islam lebih dalam.

Saat bermalam di rumah teman saya itu, Kang Akhir namanya, kami disuguhi pasta dengan resep khas ceko buatan Peter. Tentu sudah dimodifikasi. Resep awalnya menggunakan daging babi, tapi resep ala Peter ini sudah diganti dengan daging ayam. Di sela-sela makan malam dengan sajian pasta khas ceko, saya membuka pertanyaan kepada Peter tentang alasan dia memeluk Islam. Ternyata, Peter bukanlah orang pertama yang masuk Islam di keluarganya. Kakak perempuannya yang sedang tinggal di Inggris sudah lebih dulu masuk Islam. Peter, masuk Islam belum lama ini, yaitu sekitar tahun 2014. Peter bukanlah seorang yang atheis ataupun Agnostik. Dia bercerita kalau sangat meyakini bahwa dunia yang sangat kompleks ini ada yang mengaturnya.

Dia kemudian melanjutkan kalau Kakak perempuannya ini pernah menghadihi Peter sebuah Al-Quran dengan terjemahan bahasa Inggris. Setelah membaca terjemahan Al-Quran tersebut, dia sangat terkesan dengan isinya. Sangat lengkap. Dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, ada semua panduannya di sana. Dan semua aspek kehidupan pun sangat jelas deskripsinya dalam Al-Quran. Saat itu lah dia mulai meyakini bahwa Islam adalah Agama yang sangat lengkap dan komprehensif. Dan saat ini, dia sedang mencari guru agama Islam yang berlatar belakang Ceko agar bisa lebih menerapkan Islam dalam kehidupannya di negeri yang berlatar belakang komunis ini.

Ah, saya jadi malu sendiri. Memeluk Islam sejak baru lahir, tapi belum juga lengkap pemahaman saya tentang Islam ini..

Semoga istiqamah saudaraku, Peter..

Tidak lupa foto bersama Peter, ketika kami akan memulai pagi dengan aktivitas masing-masing.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s