Berangkat ke Negeri Austria – Legalisasi Dokumen


Dalam tulisan saya sebelumnya mengenai Persyaratan Resident Permit untuk studi di Austria, disebutkan kalau semua dokumen persyaratan tersebut harus diterjemahkan dan dilegalisasi oleh pihak terkait. Legalisasi ini diperlukan sebagai usaha dari pihak otoritas Austria untuk menjadi bahwa dokumen yang diajukan kepada mereka ada asli. Nah, di postingan kali ini, saya akan coba sedikit berbagi pengalaman mengenai proses penerjemahan dan legalisasi dokumen tersebut.

Apa dokumen yang harus dan perlu dilegalisasi?
Yang jelas hampir semua dokumen yang diperlukan untuk proses pendaftaran universitas dan pengajuan resident permit harus diterjemahkan dulu dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Jerman, kemudian dilegalisasi dengan cara double-legalized.

Apa itu double-legalized? Mudahnya, semua dokumen tersebut dilegalisasi oleh pihak otoritas Kedutaan Austria sebanyak dua kali. Yang pertama adalah dokumen kita yang MASIH dalam Bahasa Indonesia dan dokumen yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Jerman. Kalau istilah dalam liga sepakbola, legalisasi ini perlu dilakukan dalam dua kali putaran.

Kemana saja kita perlu legalisasi dokumen tersebut?
Pertama, Kementerian Hukum dan HAM RI
Kedua, Kementerian Luar Negeri
Ketiga, Kedutaan Austria.
Khusus untuk legalisasi buku nikah, sebelum ke Kemenkumham, buku nikah tersebut perlu mendapat legalisasi terlebih dahulu dari Kementerian Agama.

Berikut rincian proses legalisasi di masing-masing instansi:

A. Kementerian Agama RI.

Legalisasi buku/Akta nikah dapat dilakukan di Kementerian Agama RI dengan menyiapkan beberapa dokumen tambahan, yaitu:

  1. Foto Copy KTP (bagi WNI)
  2. Fotokopi Passport (bagi WNA)
  3. Foto Copy Surat Keterangan Muallaf
  4. Foto Copy Buku Nikah yang sudah dilegalisasi KUA setempat
  5. Foto copy LNI/CNI (Letter of No Impediment) surat affidavit bebas menikah dari kedutaan
  6. Buku nikah asli 2 buah (buku nikah suami dan buku nikah istri)
  7. Dan yang pasti, fotokopi buku/akta nikah yang akan dilegalisasi.

Setelah dokumen tersebut lengkap, maka kita cukup datang ke kantor Kementerian Agama RI yang terletak di jalan M.H. Thamrin, Lt.7, Jakarta (sebelah gedung BPPT atau Bank Indonesia). Saya sarankan jangan datang terlalu siang, agar pejabat yang berwenang untuk menandatangani dokumen legalisasi tersebut masih ada di kantor. Sampai di loket pelayanan legalisasi, kita diminta mengisi form kemudian menunggu beberapa menit. Dan jadilah dokumen fotokopi buku/akta nikah yang sudah dilegalisasi Kementerian Agama. Tidak ada biaya resmi untuk legalisasi tersebut, alias GRATISSS…

B. Kementerian Hukum dan HAM RI

Di sini lah proses legalisasi yang sesungguhnya dimulai. Jika dokumen-dokumen yang akan dilegalisasi sudah siap. Kita bisa langsung datang ke Kementerian Hukum dan HAM (Kumham) di daerah Kuningan dekat Kantor KPK. Proses legalisasi dilakukan di bagian Administrasi Hukum dan Umum (AHU). Letak kantornya ada di bagian belakang komplek Kumham, dekat tempat parkir. Proses legalisasi di kantor AHU tersebut dapat dilayani dari jam09:00-12:00 disambung jam13:00-15:00 (saran saya datang agak pagi karena akan berhadapan dengan antrian yang sangat panjang).

Untuk dapat memperoleh legalisasi dari Kumham, ada beberapa hal yang perlu disiapkan:

  1. Dokumen yang dilegalisasi
  2. Materai 6000 sejumlah dokumen yang akan dilegalisasi
  3. Fotokopi KTP
  4. Biaya Legalisasi sebesar Rp30.000,00 per dokumen (update 2015)
  5. Map

Waktu yang dibutuhkan untuk proses legalisasi di Kumham ini sekitar 3-4 hari. Ada satu hal lain yang perlu diperhatikan ketika kita melakukan legalisasi di Kumham, yaitu tentang spesimen tanda tangan atau surat keabsahan dokumen

C. Kementerian Luar Negeri

Setelah dokumen yang kita perlukan mendapat legalisasi dari Kumham, maka selanjutnya kita perlu datang ke Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yang terletak di Jalan Taman Pejambon (Belakang Kantor Pramuka, depan Stasiun Gambir).
Untuk dapat memperoleh legalisasi dari Kemlu, ada beberapa hal yang perlu disiapkan:

  1. Dokumen yang sudah dilegalisasi di Kumham
  2. Materai 6000 sejumlah dokumen yang akan dilegalisasi
  3. Fotokopi KTP
  4. Biaya Legalisasi sebesar Rp20.000,00 per dokumen (update 2015)
  5. Map Warna Kuning

Waktu yang dibutuhkan untuk proses legalisasi di Kumham ini sekitar 3 hari

D. Kedutaan Austria.

Untuk legalisasi di Kedutaan Austria, kita cukup datang ke Kantor Kedutaan Besar Austria yang ada di Jalan Diponegoro, Jakarta pada jam operasional layanannya dengan membawa dokumen yang telah dilegalisasi oleh Kemlu. Untuk proses legalisasi di sini, kita perlu menyiapkan dana sebesar 50 Euro per dokumen. Dan hasilnya bisa diambil setelah 2-3 hari.

Ribet? Iya, tentu saja. Tapi kan kata pepatah “no pain, no gain”. Saya pun ketika itu hampir patah semangat untuk melakukan legalisasi tersebut. Bayangkan saja, saat harus mengurus dokumen tersebut, posisi saya sedang berada di Surabaya dan sedang ada jadwal untuk mengajar di kampus. Ribetnya bukan karena birokrasi yang rumit (toh kan memang itu persyaratan Negara tujuan, bukan diada-adakan sendiri oleh pemerintah kita), tapi karena waktu yang harus saya luangkan untuk bolak-balik Jakarta-Surabaya demi secercah masa depan yang lebih baik.. 🙂 Bolak-balik tidak mungkin, pakai agen biayanya sangat mahal. Alhasil, saya mencoba mengatur ulang jadwal mengajar (bolos), sehingga bisa mencoba tinggal sementara dulu di rumah orang tua di Bandung.

Seiring proses berjalan, sayang juga waktu mengajar yang harus dikorbankan. Setelah kalkulasi sana-sini layaknya proses lelang, akhirnya saya mencoba trade-off menggunakan jasa agen dengan harga yang cukup bersaing.

Berikut daftar agen jasa legalisasi dan terjemahan yang bisa digunakan. Supaya ga terkena pasal promosi atau menjatuhkan, saya hanya sampaikan nama dan kontak agen tersebut.
1. Tutik Mulyani (tuty_muly@yahoo.com)
2. Akhmad Robbani (akhmadrobani@yahoo.de)
3. Louis Liem and Partner (info@oscs-online.com)

Ketiga agen tersebut saya gunakan untuk proses terjemahan ke dalam bahasa Jerman. Jika diperlukan untuk terjemah ke dalam bahasa lain, seperti Inggris, Korea, Belanda, atau Arab, silakan coba tanya sendiri aja ya untuk mendapat harga terbaik mereka… 😉

Selamat berjuang…!!

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Jejak Austria, Studi dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Berangkat ke Negeri Austria – Legalisasi Dokumen

  1. Ping balik: Berangkat ke Negeri Austria – Persyaratan Resident Permit | Prasetiyono's Weblog

  2. Ping balik: Berangkat ke Negeri Austria – Berburu Spesimen Tanda Tangan | Prasetiyono's Weblog

  3. Ping balik: Tiba di Negeri Austria – Persiapan Undangan Keluarga | Prasetiyono's Weblog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s