Berangkat ke Negeri Austria – Persyaratan Resident Permit


Tulisan ini sebenarnya akan menjadi salah satu sequel dari cerita saya mengenai lika-liku perjalanan menuju studi doktoral (S3) di Austria. Berhubung banyak teman dari Indonesia yang bertanya mengenai proses pengajuan resident permit dan visa ke Austria untuk keperluan studi, maka tulisan ini saya coba dahulukan untuk bisa di-post di blog ini supaya bisa menjadi referensi atau gambaran mengenai proses pengajuan resident permit atau visa tersebut.

Resident Permit adalah izin tinggal yang diterbitkan oleh pihak otoritas suatu negara dalam hal ini Austria bagi warga Negara asing yang akan tinggal di Austria selama lebih dari 6 bulan. Kalau di Indonesia, resident permit ini mungkin bisa disamakan dengan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) bagi WNA. Bisa juga dikatakan Resident Permit ini merupakan ID-Card seoarang WNA di Austria.

Dalam kasus saya, proses pengajuan resident permit ini cukup panjang sejak saya dinyatakan menerima beasiswa untuk studi S3 ini. Tulisan khusus mengenai lika-liku beasiswa ini akan saya ceritakan di tulisan saya yang lain. Singkat cerita, saya adalah penerima beasiswa Indonesia-Austria Scholarship Program (IASP) yang merupakan kerjasama pendanaan beasiswa antara pemerintah Indonesia (Dikti) dan Pemerintah Austria (OeAD), biasa disebut juga beasiswa Dikti-OeAD.

Karena beasiswa ini merupakan patungan dari kedua pihak, maka saya pun perlu mendapat legalitas penerimaan beasiswa dari kedua pihak. Saya mendapat pengumuman penerima Beasiswa IASP ini pada 23 Februari 2015, yang diikuti dengan Guarantee Letter pertama saya dari Dikti pada 24 Maret 2015. Dengan Guarantee Letter ini ternyata saya belum cukup syarat untuk mulai mengajukan resident permit. Saya harus menunggu dua dokumen tambahan yaitu Letter of Admission dari TU Graz dan Guarantee Letter dari OeAD, yang masing-masing dokumen tersebut saya peroleh pada 25 June 2015 dan 2 Juli 2015. Bayangkan hampir 4 bulan, saya dibuat “galau” apakah dengan surat pengumuman dan Guarantee Letter dari Dikti tersebut saya bisa jadi berangkat atau tidak.

Alhamdulillah persyaratan pun sudah lengkap, yang terdiri dari

  1. Form Aplikasi Resident Permit
  2. Fotokopi Paspor (masih berlaku minimal 6 bulan)
  3. Akta Lahir
  4. Buku/Akta Nikah, Akta Adopsi, dsb.
  5. Pas Foto ukuran standar visa (1 lembar)
  6. Bukti Akomodasi (lease agreement, contract for student housing, etc.)
  7. Bukti Pendanaan (dalam hal ini Guarantee Letter)
  8. Bukti Asuransi kesehatan dan kecelakaan (dikecualikan untuk pelajar atau co-insured family members)
  9. Bukti Tujuan Perjalanan (dalam hal ini Letter of Admission Universitas dan Letter of Accceptance dari professor)
  10. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Polda sesuai dengan KTP kita

Cukup sampai di situ dan selesai…?
Belum. Semua dokumen yang masih berbahasa Indonesia harus diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman dan dilegalisasi ganda (double-legalized) oleh pihak terkait. Setelah semua dokumen lengkap, barulah aplikasi resident permit tersebut diajukan ke Kedutaan Austria untuk memperoleh persetujuan dari otoritas Austria. Umumnya perlu waktu setidaknya 2 bulan untuk memperoleh konfirmasi persetujuan tersebut.

Setelah resident permit kita disetujui, langkah berikutnya adalah mengajukan Visa-D untuk berangkat ke Austria. Adapun persyaratan visa-D tersebut adalah:

  1. Form Visa-D
  2. Bukti booking tiket pesawat
  3. Asuransi perjalanan (waktu itu saya menggunakan AXA-Schengen insurance).

Dalam waktu sekitar 14 hari kerja, kita akan dihubungi kembali oleh Kedutaan Austria di Jakarta untuk mengambil paspor kita yang ditempel visa.. Then, enjoy your journey at the beautiful and hilly country.. 🙂

Informasi lengkap bisa dilihat di link Kedutaan Besar Austria di Jakarta berikut ini:
https://www.bmeia.gv.at/en/oeb-jakarta/your-travel-to-austria/residence-permit/

UPDATE:
Per September 2015, telah ada kesepakatan antara OeAD dan pihak otoritas imigrasi Austria bahwa bagi para penerima beasiswa yang berafiliasi dengan OeAD (ASEA-UNINET ataupun Indonesia-Austria Scholarship Program) tidak perlu menunggu persetujuan resident permit untuk dapat mengajukan visa. Begitupun misalnya, jika ternyata kita menjalani studi S3 ini melalui skema Kontrak Kerja dengan universitas. Segala prosedur pengajuan resident permit sepenuhnya dilakukan saat kita datang di Austria. Untuk keperluan ini, kita perlu membawa dokumen persyaratan resident permit tersebut (asli dan legalisasi) ke Austria.

Oh iya, saat kita tiba di Austria, akan banyak sekali proses administrasi lanjutan yang perlu kita lalui, seperti registrasi kependudukan, pembukaan rekening, asuransi kesehatan, undangan keluarga, asuransi keluarga, sekolah anak, dsb. Jadi, saya sangat menyarankan kita memiliki copy atau salinan dari semua dokumen tersebut (terutama yang legalized translated documents) agar kita tidak mengalami kesulitan mengenai legalitas dokumen ketika mengurus segala administrasi lanjutan saat tiba di Austria.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Jejak Austria, Studi dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Berangkat ke Negeri Austria – Persyaratan Resident Permit

  1. Ping balik: Berangkat ke Negeri Austria – Legalisasi Dokumen | Prasetiyono's Weblog

  2. Ping balik: Tiba di Negeri Austria – Persiapan Undangan Keluarga | Prasetiyono's Weblog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s