Obrolan ala Warkop : Kampanye Cerdas


Iseng melihat blog saya sendiri, ternyata terakhir saya menyapanya adalah tepat hampir setahun yang lalu. Dan khusus tentang politik, terakhir kalau tidak salah tahun 2008. Mumpung ada ide, saya coba untuk menuangkan kembali pikiran saya. Kali ini, terinspirasi dari obrolan-obrolan santai dengan beberapa teman tentang kampanye dalam setiap pemilu. Tampaknya sudah saatnya kali ini para juru kampanye berkonsentrasi menyuarakan rencana kerja mereka saat terpilih nanti, tanpa perlu menjatuhkan lawan-lawannya. Ada satu adagium menarik dalam bahasa sunda mengenai kampanye yang perlu diperhatikan, yaitu “Kahartos, Karaos.”

Topik ini muncul dari kegelisahan saya pribadi dan beberapa teman ketika mengamati para calon pimpinan atau pimpinan terpilih dalam mensosialisasikan dirinya. Ada di antara mereka yang menyampaikan slogan-slogan, tapi tidak terlihat apa rencana kerja mereka selama memimpin ketika terpilih. Ada di antara mereka yang menyampaikan program-program prioritasnya, tapi ternyata tidak menyadari bahwa banyak hal yang dianggap negatif muncul selama kepemimpinannya. Ada juga mereka yang bertarung dengan cara tidak sehat, misalnya dengan menyampaikan keburukan/kelemahan orang lain.

Jika memang ada kelemahan dalam rival yang menjadi lawannya, jadikanlah itu sebagai sumber kekuatan untuk sosialisasi, namun tetap sampaikan apa rencana kerja yang akan menjadi program utamanya ketika memimpin kelak. Jika ada ekses negatif dari pemimpin sebelumnya dan ybs mengajukan diri kembali, maka jadikan ekses negatif itu sebagai inspirasi rencana kerja selama memimpin kelak dengan tetap juga menyampaikan terobosan kreatif dan unik yang dimilikinya.

Saatnya sekarang memulai mencerdaskan masyarakat dengan kampanye cerdas. Kampanye tanpa money politic dan kampanye yang mengedepankan rencana kerja selama memimpin. Biar masyarakat sendiri yang menilai.. Jika ada track record yang kurang baik, biarlah masyarakat sendiri yang menilainya, tidak perlu disampaikan sebagai materi kampanye. Jadilah seperti anak kecil yang bebas bermimpi membangun hidupnya, namun dengan kedewasaan jadikan mimpi itu menjadi mudah dan sederhana. “Kahartos, Karaos”

Hmm, merasa tidak sistematik gini tulisannya. Ya gitu lah.. namanya juga obrolan warkop. Mudah2an ada yang bisa memahami apa maksud tulisan saya. Saya kurang terbiasa untuk hal perpolitikan seperti ini.

Bagaimana menurut anda?

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Celotehan, Politik dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s