Bij eenmaal de tijd van Maastricht, via Amsterdam (Deel 1)


“Bij eenmaal de tijd van Maastricht, via Amsterdam…”

ya begitulah kira-kira istilahnya dalam bahasa Belanda yg artinya kurang lebih artinya “Suatu ketika di Maastricht, melewati Amsterdam (bagian pertama)”. Yup.. ini lah “perjalanan jauh” saya pertama kali yg tujuannya hanya untuk jalan2 sejak menginjakkan kaki pertama kali di negeri kincir angin ini (a.k.a Belanda) 18 Agustus 2010. Sebelumnya pernah juga ada “perjalanan jauh” serupa yg jaraknya juga cukup jauh yaitu ke Utrecht dan Amsterdam. Tapi kala itu hanya untuk bersilaturahim dengan saudara-saudara seiman (muslim) dalam acara buka bersama keluarga muslim eropa.

Sebenarnya perjalanan ini serba “kebetulan”. Kebetulan lagi ada yg nawarin tiket murah kereta untuk keliling Belanda selama 24 jam. Kebetulan pikiran sedang penat. Kebetulan ada teman lama yg ingin dikunjungi.

Yap.. kebetulan… Pada awalnya saya memang belum ada niat kuat untuk melakukan traveling dalam masa studi ini. Baru mulai akan memikirkan traveling ini kalau penelitian sudah menunjukkan hasil yg sedikit memberi nafas lega. Yg sudah barang tentu itu pasti akan terjadi di akhir2 masa studi ini. Namun, karena kondisi kala itu sangat genting. Pikiran sangat penat, stuck dan susah memunculkan kembali ide2 untuk mengembangkan penelitian. Dan atas saran orang2 special yg ada di Indonesia, akhirnya alternatif untuk jalan2 jauh pun mulai dipikirkan.

Ceritanya, berawal dari adanya seorang pelajar Indonesia di sini yg menawarkan tiket murah itu melalui milis PPI di sini. Setelah memperoleh informasi yg lengkap, ternyata masa berlaku tiket itu berdekatan dengan momen2 genting dalam dunia akademik yg penuh dg kepenatan. Setelah melihat situasi, tiketnya bisa digunakan setelah fase genting itu “selesai.”

Itu adalah fase penuh “tekanan” yg saya alami selama ada di Belanda ini. Hari Senin dihadapkan dengan pertemuan bersama pembimbing tesis di sini untuk membicarakan perkembangan tesis, Hari Rabu dihadapkan dengan 2 ujian akhir, dan hari jumat juga tidak luput dengan tekanan itu. Ada pula ujian di hari jumat itu. Lengkaplah sudah “penderitaan” pada seminggu itu. Bahkan minggu2 sebelumnya yg sudah pasti juga tersita karena harus mempersiapkan semua bahan untuk kegiatan pada hari itu.

Setelah menelepon teman yg akan dikunjungi tersebut apakah punya waktu pada akhir pekan itu. Dan ternyata bisa. Akhirnya diputuskanlah untuk melakukan perjalanan penyegaran pada akhir pekan itu. Belum tau akan ke mana. Namun, diputuskan untuk bertemu dulu di Stasiun Amsterdam Centraal. Dari situ kemudian diputuskan untuk jalan2 dulu di sekitar Dam Square dan Museumplein Amsterdam, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan menuju Maastricht, kota di ujung selatan Belanda yg berbatasan dengan Belgia.

(.. bersambung…)

Iklan
Pos ini dipublikasikan di The Netherland, Travelling dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s