Semakin menghindar, Semakin mendekat


Ya, begitulah kira2 kondisi beberapa hal yang sedang saya alami saat ini. Dan mungkin sejak dulu dan juga dialami oleh orang lain. Mungkin hukum alam kali ya. Kadang2 orang menyebutnya “Law of Attraction”. Hukum ini katanya mengatakan bahwa otak kita “dipenuhi” dengan sesuatu hal dan berlangsung berlangsung cukup lama, maka hal tersebut lambat laun akan menghampiri kita. Bisa positif, bisa juga negatif.

Contoh, jika seseorang selalu menggambarkan dalam pikirannya bahwa dirinya adalah seseorang yg pandai matematika, maka secara tidak sadar dirinya akan selalu tersugesti untuk paham matematika dan lambat laun dia pandai matematika, tentu diiringi dengan usaha untuk memahami. Begitupun sebaliknya, jika dia selalu tersugesti bahwa dia tidak pandai matematika, maka selama itu pula dia tidak pernah bisa menguasai matematika.

Entah ada hubungannya atau tidak dengan yang saya alami saat ini. Rasanya emang seperti itulah yang terjadi. Saya selalu menghindari hal-hal tertentu dalam hidup ini, tapi ternyata hal itu datang lagi dan datang lagi dengan “bobot” yang lebihan besar.

Ceritanya begini, saat saya kuliah S1 Teknik Elektro ITB, saya memutuskan untuk mengambil Jalur Pilihan Teknik Telekomunikasi untuk menghindari teori rangkaian dalam bidang elektro. Karena saya anggap bahwa Teknik Telekomunikasi tidak akan banyak membahas tentang itu. Namun, ternyata, ada beberapa kuliah wajib di Teknik Telekomunikasi yang pembahasannya menggunakan “dasar teori rangkaian” itu, sehingga saya tidak dapat melewati mata kuliah itu dengan baik.

Kemudian saat dihadapkan pada dua pilihan jalur keahlian dalam Teknik Telekomunikasi tersebut, saya memutuskan untuk mengambil jalur keahlian telematika dengan alasan karena jalur tersebut tidak menggunakan persamaan2 yang kompleks seperti integral dan kawan-kawannya, namun ternyata Tugas Akhir saya sebenarnya pada awalnya akan melibatkan persamaan-persamaan itu. Tapi bisa dibelokkan ke arah yang lebih sederhana.

Saat kuliah S1, saya sangat menghindari mata kuliah Antena. Akan tetapi, penelitian S2 saya di ITB adalah terkait itu. Kemudian saat menyelesaikan tesis di TU Delft, Belanda ini, ternyata melibatkan kuliah-kuliah yang dulu waktu S1 saya hindari. Sehingga terjadi akumulasi ketidakpahaman yang harus “diatasi” dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Ya, benar juga kata salah seorang sahabat saya. Janganlah kamu menghindar saat menghadapi suatu kondisi yang kurang menyenangkan dalam hidup ini, karena bisa jadi itu adalah langkah awal yang Allah berikan pada diri kita dalam menghadapi kondisi hidup di kemudian hari, sebagai pembekalan awal bagi diri kita. Sehingga jika kita kurang baik dalam menyikapinya maka akan terakumulasi menjadi masalah lain di masa mendatang. Dan yakinlah, bahwa Allah tidak  akan membebani seorang hamba melainkan sesuai dengan kemampuan hamba-Nya tersebut. Sehingga yakinlah, bahwa kondisi tersebut akan dapat kita lewati dengan baik. Insya Allah… [PHM]

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Hikmah, Kisah Hidup dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Semakin menghindar, Semakin mendekat

  1. Muhimmah Afrendy berkata:

    dulu SMP, saya favorit fisika, tp ga suka rangkaian2 listrik.
    Sekarang sering tidur dikelilingi coretan2 rangkaian, plus kabel kabel ga jelas sama apaan itu namanya yg kayak panel2 gitu trus banyak benda2 kecil dipasang kayak potongan rongsokan radio butut.
    Begitulah suamiku…si anak elektro

    • Prasetiyono Hari Mukti berkata:

      hihi…
      berarti hipotesis sy menunjukkan satu bukti lagi ya, Teh..
      meski kasusnya tidak secara langsung, indirect effect.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s