Ramadhan di Negeri “van Oranje”


Membahas mengenai pelaksanaan lebaran di Negeri “van Oranje”, rasanya ada yang kurang kalau tidak dilengkapi dengan kisah lika-liku pelaksaaan puasa Ramadhan di negeri orang ini. Maklum, hampir sebulan penuh puasa ramadhan tahun ini dilaksanakan di negeri orang. Terasa asing.. Keimanan terasa semakin kuat ujiannya.. Semangat pelaksanaannya pun penuh dengah keringat pengorbanan. Betapa tidak, melaksanaka puasa di lingkungan yang mayoritas masyarakat melaksanakannya, kali ini dilaksanakan di lingkungan yang minoritas.

Sebelum tiba negeri Belanda ini, sudah tahu bahwa pelaksanaan puasa Ramadhan ini jauh lebih lama daripada kalau dilaksanakan di Indonesia. Di sini, di Negeri “van Oranje” puasa dilaksanakan sekitar 16jam, dari imsak untuk sahur jam4 pagi hingga jam20.30 malam. Berbeda sekitar 3jam lebih lama dibandingkan di Indonesia yang hanya sekitar 13jam. Jika dilihat selisihnya memang tampak tidak terlalu beda jauh. Namun, jika kita dikaitkan dengan kondisi sosial dan iklim di sini tentu akan terasa berbeda.

Dilihat dari kondisi sosial, tentu akan terasa berbeda. Kami, muslim yang berpuasa di sini (saya melihat banyak muslim lain yang tidak berpuasa) merupakan komunitas minoritas dibandingkan di Indonesia yang merupakan komunitas mayoritas. Dengan kondisi ini, resto-resto tempat makan dan cafetaria tetap buka, dan orang yang makan-minum di tempat umum menjadi pemandangan yang biasa di sini. Kalimat “Sorry, we cant join with you. we’re fasting” merupakan kalimat yang sering saya ucapkan untuk “menolak” tawaran makan dan minum bersama kenalan2 baru di sini. Untungnya mereka mengerti, sehingga kami dapat tetap berpuasa, walaupun memang harus tetap berjuang untuk menghindari cobaan2 yang ada.

Hambatan yang lain adalah cuaca. Begitu kami datang, kami langsung disuguhi oleh suhu udara yang relatif dingin pada siang hari, yaitu mencapai sekitar 18 derajat celcius. Suhu yang biasanya dirasakan hanya pada malam hari jika di Indonesia. Memang, jika dingin keinginan untuk minum menjadi kurang, namun suhu sedingin itu terkadang membuat kami menjadi malas untuk melakukan aktivitas. ya.. Adaptasi pertama yang perlu kami lakukan.

Namun, dibalik semua itu, ada banyak kesan baru yang datang selama pelaksanaan puasa di negeri Belanda ini. Buka puasa bersama warga Turki Delft di Masjid Turki, Delft. Kegiatan ini biasa dilakukan di bulan ramadhan dan diikuti oleh kamu muslim yang ada di sekitar masjid tersebut, tidak terkecuali kaum non-muslim pun datang ke tempat itu. Menu makanan yang biasa disajikan dalam buka bersama ini adalah menu-menu makanan khas turki. Alhamdulillah, bisa juga merasakan menu khas turki dengan gratis.

Selain itu, ada beberapa acara buka bersama lain yang diikuti di negeri ini, yaitu Buka Bersama Keluarga Muslim Delft yang dilaksanakan setiap hari Sabtu, Buka Puasa Bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Belanda di Den Haag, Buka Bersama Euromuslim di Amsterdam dan Itikaf bersama di Utrecht. Semua ini karena silaturahim yang terjalin dengan sesama muslim Indonesia lain, sehingga kami pun langsung diajak untuk turut serta dalam kegiatan2 mereka. Kalau jelas, menu2nya adalah khas Indonesia yang tentu membuat rindu dengan tanah air.

Ada satu hal lain yang membuat saya rindu dengan tanah air (padahal baru beberapa minggu di sini), yaitu bacaan Al-Quran yang dilantunkan oleh Imam Shalat Taraweh ketika mengikuti buka puasa bersama di Amsterdam. Imam tersebut melantunkan Al-Quran dengan tartil dan penuh penghayatan. Mirip dengan para imam di masjid2 besar di Indonesia. Setelah didekati, ternyata Imam tersebut bernama Ust. Khaerul Muttaqien yang sengaja didatangkan dari Depok, Indonesia. Pantas saja, saat melaksanakan shalat tersebut seperti berada di tanah air.

Inilah mungkin sepenggal cerita mengenai pelaksanaan Ibadah Puasa Ramadhan di Negeri “van Oranje” ini.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di The Netherland dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Ramadhan di Negeri “van Oranje”

  1. Ping balik: Bij eenmaal de tijd van Maastricht, via Amsterdam ( « Prasetiyono's Weblog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s