Lebaran di Negeri “van Oranje”


Yah… Tahun 2010 ini atau bertepatan dengan tahun 1431 Hijriah adalah tahun pertama saya berlebaran di luar negeri.
Tidak di tanah air Indonesia…
Tidak bersama kedua orang tua…
Tidak bersama adik-adik ku…
Tidak bersama sanak saudara…
Tidak merasakan hiruk pikuk riuhnya dinamika penduduk Indonesia dalam merayakan sebuah hari yang kata orang adalah hari kemenangan setelah selama 30 hari melaksanakan menahan hawa nafsu dengan berpuasa di bulan ramadhan – aneh, menahan hawa nafsu mah harusnya di setiap saat kali ya,,, lucu juga. Dan satu hal lagi yang dirasa hilang adalah kepadatan lalu lintas saat mudik ke kampung halaman nenek. Itu semua tidak kurasakan di negeri Belanda ini.

Tapi Alhamdulillah, dengan hadirnya komunitas muslim Indonesia di kota Delft tempat saya menjalani studi ini, saya tidak kehilangan 100% momen lebaran ini. Masih bisa melaksanakan shalat ied berjamaah walau hanya dengan sejumlah komunitas tersebut, namun tetap penuh khidmat. Masih bisa merasakan makanan-makanan khas lebaran di Indonesia yang disuguhkan setelah pelaksanaan shalat ied oleh para warga yang sudah tinggal lama di Belanda ini. Bahkan ada beberapa warga Indonesia di sini yang tidak kalah seperti para pejabat di Indonesia. Mereka membuka pintu rumahnya untuk disambangi oleh para warga Indonesia lain yang ingin bersilaturahim. Selain itu, dengan adanya Open House di kediaman Duta Besar Republik Indonesia untuk Belanda, maka kerinduan perayaan idul fitri di Indonesia pun sedikit terobati.

Memang, tetap saja ada hal yang terasa janggal dalam perayaan Idul Fitri di negeri orang lain ini. Hari yang biasanya seluruh instansi libur karena semua pegawainya merayakan Idul Fitri ini bersama keluarganya ternyata tidak demikian di negeri orang ini. Program pendidikan yang biasanya libur beberapa hari, tidak pula demikian di negeri orang lain sehingga saya dan beberapa orang teman “terpaksa” harus “bolos” karena jadwal kuliah yang bentrok dengan waktu pelaksanaan shalat ied, juga izin untuk tidak hadir di laboratorium penelitian dengan alasan yang sama…

Tapi ya, walau demikian momen idul fitri ini tetap memberi kesan tersendiri bagi saya karena pertama kalinya dijalani di luar negeri tanpa orang-orang terdekat dan sanak saudara. Hanya dengan orang-orang yang kurang lebih memiliki nasib serupa. Dan alhamdulillah, dengan komunikasi yang baik dengan pihak dosen dan staf grup penelitian, mereka dapat menghargai kepentingan saya dan teman-teman Indonesia lainnya.

Bagi saudara-saudaraku di Tanah Air, dari negeri van oranje ini saya mengucapkan
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
1 SYAWAAL 1431 H
MOHON MAAF LAHIR & BATIN
TAQABBALALLAHU MINNA WA MINKUM
MINAL ‘AIDZIN WALFAIDZIN

Prasetiyono Hari Mukti

Iklan
Pos ini dipublikasikan di The Netherland dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Lebaran di Negeri “van Oranje”

  1. Abin berkata:

    ada saudara saya di denhag buka restoran PONDO 4You dan Warung Boengamas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s