Gilaaa !!!! Besar sekali biaya demokrasi di negara ini….


Setelah mengambil Dana Operasional dan beberapa logistik awal dari Kantor Kelurahan untuk pelaksanaan pemilu 9 April 2009 lusa, pikiran saya terus menerawang membayangkan betapa besarnya ternyata dana pelaksanaan PEMILU yang dialokasikan dari pos APBN negara kita ini. Mari kita sedikit melakukan perhitungaan matematis, 1. Dana operasional yang diperoleh TPS untuk mendukung pelaksanaan PEMILU itu sebanyak hampir 3.000.000 2. Untuk berita acara Model C, C1 dan C3 saja, setiap TPS mendapatkan bundel berita acara yang jumlah kertasnya setidaknya mencapai 5 rim. Jika 5 rim itu kita nominal, mungkin akan setara dengan 100.000. 3. Kemudian Daftar Calon Legislatif Tetap yang dipajang dalam ukuran A0 sebanyak 7 lembar, ya mungkin setara dengan 7.000 lah ya per TPS 4. Bundel Daftar pemilih tetap yang setiap TPS minimal menggunakan 12 lembar per TPS, sekitar 1500 lah ya per TPS. 5 Belum lagi Kertas SUara sebanyak 4 lembar yang masing-masing berukuran A0 dan kertas lain dalam kotak suara yang masih disegel. Bolehlah kita anggap Dana tersebut kita anggap dana operasional setiap TPS adalah 3.250.000. Kemudian jika jumlah TPS di Bandung saja sebanyak 5.462 TPS*, maka dana operasional KPPS/TPS untuk Bandung saja sudah mencapai lebih dari 17,7 Milyar. Itu hanya untuk Bandung. Berapa jumlah kota&kabupaten di Indonesia? Kalikan dengan biaya perkota tadi, maka bisa jadi Dana Operasional yang terkait unit terkecil itu saja se-Indonesia ini mencapai ratusan bahkan ribuan trilyun. Dana itu semakin besar lagi dengan tambahan dana operasional di Tingkat Kelurahan, Kecamatan, Kota/Kabupaten, Provinsi dan Nasional. Jika kalkulasikan dengan jumlah warga kota Bandung yang mencapai 2,5 juta dan yang memiliki hak pilih adalah 1.612.180 pemilih*. Maka setiap pemilih sudah berkontribusi dana sebesar 17,7 Milyar dibagi 1.612.180, yaitu 11.000 rupiah. Memang kecil… Sehingga kalau golput pun tidak apa-apa. Coba kita kalkulasikan lagi dengan jumlah pemilih se-Indonesia yang bisa jadi mencapai 141.871.840 jiwa dengan angka golput diprediksi sebesar 25%, berarti setara dengan 36 juta. Berarti sekitar 396 Milyar dana itu tidak berarti apa-apa akibat golput. Padahal dana sebesar itu jika dialihkan pada pos anggaran lain, tentu akan memberikan dampak yang cukup sigfikan. Belum lagi jika ditambahkan dana operasional dalam pilpres mendatang. Bisa jadi mencapai 2 kali lipat dana operasional tersebut… Melihat dana sebesar itu, jadi berpikir, masihkah kita akan berpikir untuk Golput ??? Padahal dana tersebut berasal dari pajak yang telah kita bayarkan setiap tahun. Relakah dana kita keluar begitu saja tanpa sebuah hasil yang optimal? Kemudian jika dilihat dari persfektif agama, apakah dengan golput tersebut bukan malah berarti sebuah tindakan mubadzir? Di mana hukum mubadzir tersebut telah jelas dasarnya… Apakah dengan adanya pengeluaran dana sebesar itu tidak tersebit dalam diri kita untuk memilih pemimpin terbaik bagi bangsa ini? Tidakkah berpikir untuk memilih seorang legislatif terbaik? Terbaik di sini, bukan berarti mereka yang memang tanpa cacat.. Bisa jadi terbaik di sini adalah mereka-mereka yang paling sedikit cacatnya.. Terbaik di sini jadi adalah mereka-mereka yang mencoba untuk lebih bersih dalam bertindak.. Lebih amanah dalam bekerja, dan Terbaik di sini bisa jadi karena mereka lebih peduli terhadap nasib bangsa ini dan mencoba mengelola negara ini secara profesional… Semoga saja harapan perubahan tersebut masih ada dan terus diupayakan pencapaiannya… Selamat memilih… NB : * adalah data dari KPU Kota Bandung.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Politik dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Gilaaa !!!! Besar sekali biaya demokrasi di negara ini….

  1. Fitri Melani berkata:

    Assalamu’alaikum
    Beritanya udah kadaluarsa kang, cari berita baru. bahas kasus century dong?
    Mafia sudah ada di mana-mana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s