Nikmat Allah yang ‘unik’


Seperti biasa, dalam setiap pekan saya mengisi sebuah forum diskusi Islam bersama adik-adik kelas. Ya bahasa kerennya mah forum kajian islam lah… Banyak orang yang merasa berat ketika ditawari untuk mengisi forum kajian tersebut, dengan berbagai alasan. Belum ada ilmu, pengetahuannya belum banyak, belum bisa jadi teladan, dan lain-lain. Tapi bagi saya, ini merupakan saat yang dinanti-nantikan. Bukan karena saya sudah berilmu, bukan karena saya banyak pengetahuan, bukan karena saya bisa jadi teladan, melainkan karena forum ini menjadi sumber motivasi saya untuk terus berbuat kebaikan. Untuk terus meningkatkan pengetahuan saya tentang memahami Islam dengan benar. Bagi saya, adik-adik yang ada dalam forum itu adalah anugerah yang Allah berikan atau titipkan pada saya. Dengan alasan-alasan tadi di atas.

Anugerah adik-adik tersebut, merupakan karunia Allah yang unik bagi saya. Di saat yang lain sulit untuk melakukannya ternyata Allah memberikan kesempatan bagi saya untuk melakukan itu. Sebagai wujud syukur saya, selain meyakininya dalam hati dan mengucapkan rasa syukur pada Allah, juga adalah memanfaatkan karunia itu untuk kebaikan lainnya.

Berbicara masalah karunia Allah yang unik. Rasanya memang benar, bahwa nikmat atau karunia Allah sangat “unik”. Maksudnya unik di sini adalah, bisa jadi nikmat tersebut hanya Allah karuniakan pada kita dan tidak pada yang lain. Bisa juga hanya dikaruniakan pada yang lain dan tidak pada kita. Dengan kondisi itu, sudah selayaknyalah kita bersyukur atas nikmat bagi diri kita, dan bersabar atas nikmat yang belum diberikan pada kita.

Banyak kejadian yang rasakan terkait kondisi ini. Saat kuliah dulu, saya banyak sekali aktif dalam kegiatan non-akademik yang mengakibatkan hasil akademik saya kurang memuaskan. Tapi ternyata dengan kondisi itu, seiring dengan berjalannya waktu, banyak hal non-akademik yang saya peroleh di luar kelas yang merupakan bekal saya untuk menjalani kehidupan pasca kampus tersebut. Dan itu belum tentu didapatkan juga oleh orang lain.

Setelah lulus, hati saya sempat merasa kecewa karena tidak diterima di sebuah perusahaan yang sempat saya cita-citakan. Akhirnya saya masuk pada perusahaan yang merupakan prioritas kesekian. Tapi subhanallah, dengan masuknya saya pada perusahaan tersebut, ternyata banyak hal yang mungkin tidak bisa saya lakukan jika diterima di perusahaan pertama tersebut. Salah satunya adalah kesempatan melanjutkan kuliah. Di perusahaannya saya saat ini, usia kerja saya baru sekitar 6 bulan, tapi saya bisa melanjutkan kuliah dengan tidak menghilangkan status karyawan tetap yang sudah saya dapatkan. Kuliah dengan tidak kehilangan sepenuhnya hal-hal yang sudah saya peroleh dari perusahaan tersebut. Bukan hanya itu, sebuah keyakinan yang juga masih saya pegang. Bahwa kebutuhan itu sudah diatur oleh Allah. Melanjutkan kuliah ternyata bukan perkara yang mudah. Banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Tapi karena memang Allah sudah menakdirkan kadar rizki itu sesuai dengan kebutuhan hamba-Nya, asal diikhtiari dengan baik, ternyata Allah membukakan banyak jalan untuk hal tersebut. Subhallah… Alhamdulillah… Terima Kasih yaa Allah… Rasanya belum cukup amal kebaikan yang saya lakukan sebagai wujud syukur saya untuk membayar berbagai kenikmatan yang telah engkau berikan. Amat benar kekasih-Mu tercinta Rasulullah Muhammad saw yang melakuan berbagai ibadah di setiap kesempatan sebagai wujud syukur nikmat atas kenikmatan yang telah Engkau berikan padanya.
Terima kasih yaa Allah… Masukkanlah hamba pada golongan manusia yang bersyukur… [PHM]

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Hikmah, Kisah Hidup dan tag , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Nikmat Allah yang ‘unik’

  1. Ping balik: 2010 in review « Prasetiyono's Weblog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s