Pemilu 2009


Saat ini, Selasa 3 Februari 2009, merupakan H-65 dari pelaksanaan Pemilu 2009 nanti yang jatuh pada hari Kamis, 9 April 2009. Sebagai seseorang yang memiliki peran dalam pensuksesan pelaksanaan pemilu, saya berpikir strategi untuk menyukseskan Pemilu tersebut. Betapa tidak, saya pikir banyak sekali ancaman-ancaman ketidaksuksesan pelaksanaan pemilu ini. Seperti Sistem Pemilu yang berubah, semakin banyaknya partai peserta pemilu dan calon anggota dewan yang langsung dipilih oleh masyarakat dengan suara terbanyak. Jika tidak diikuti dengan sosialisasi yang intensif dari pelaksana pemilu, hal ini tentu akan membuat masyarakat kebingunan, yang akhirnya bisa jadi menjadikan angka golput semakin tinggi.

Bagi saya pribadi, hal yang menjadi ancaman paling besar dalam pelaksanaan pemilu ini adalah sistem pelaksanaan pemungutan suara. Terjadi perubahan yang sangat signifikan dari pelaksanaan pemungutan suara ini. Saat ini, pada Pemilu Legislatif nanti, penentuan Anggota Dewan yang akan duduk di Lembaga Legislatif tidak ditentukan oleh partai melalui mekanisme prioritas nomor urut Calon Anggota Dewan (CAD), melainkan melalui mekanisme perolehan suara terbanyak yang diperoleh seorang CAD. Sehingga bisa jadi, seorang CAD yang memiliki nomor urut paling akhir, namun memperoleh suara terbanyak maka dia akan masuk menjadi Anggota Dewan terpilih mengalahkan CAD yang ada pada nomor urut di atasnya. Dengan catatan, partai tersebut memperoleh jatah kursi di dewan tempat CAD  tersebut akan ditugaskan. Jatah kursi tersebut diperoleh dari perolehan suara partai dibagi oleh Bilangan Pembagi Pemilih (BPP). (UU No.10/2008 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD)

Hal tersebut memang bukan menjadi perhatian khusus bagi pemilih. Tapi berdampak langsung kepada pemilih yang mengharuskannya memilih langsung CAD yang ditawarkan oleh suatu partai politik. Pemilih harus mengetahui siapa dan seperti apa CAD yang akan dipilihnya dalam pemilu nanti. Dengan banyaknya CAD yang ditawarkan oleh suatu partai, bisa jadi membuat mereka menjadi apatis mengambil sikap golput dengan alasan tidak ada orang yang layak untuk dipilih. Oleh karena itu, sosialisasi dari partai peserta pemilu dan CAD harus dilakukan dengan intensif dibarengi dengan pemberian pendidikan politik bagi masyarakat.

Hal lain yang saya pandang cukup krusial adalah dengan adanya perubahan dari coblos menjadi contreng. Belum banyak masyarakat yang mengetahui bahwa pemilihan kali ini dilakukan dengan contreng. Bukan saja tentang contreng-mencontreng, syarat agar surat suara sah pun bisa jadi belum banyak yang mengetahui. Aturan mengenai keabsahan surat suara sah adalah

  1. Sah jika terdapat contrengan pada salah satu kotak nama partai
  2. Sah jika terdapat contrengan pada salah satu kotak nomor/nama calon anggota DPR dan DPRD
  3. Tidak sah jika terdapat contrengan pada keduanya (nomor/nama partai dan nomor/nama CAD)
  4. Sah jika terdapat contrengan pada gambar calon anggota DPD.

Menjadi pemilih yang cerdas adalah sebuah pilihan yang sangat mulia. Cerdas karena tahu bahwa suara dia sangat berarti bagi pembangunan bangsa ini. Cerdas karena mengetahui siapa yang layak untuk dipilih. Selamat menjadi pemilih yang cerdas… [PHM]

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Politik dan tag , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Pemilu 2009

  1. dir88gun berkata:

    Assalamu alaikum wr. wb.

    Saudaraku tersayang,
    lihat kenyataan yang ada di sekitar kita!

    Uang Dihamburkan…
    Rakyat dilenakan…
    Pesta DEMOKRASI menguras trilyunan rupiah.
    Rakyat diminta menyukseskannya.
    Tapi rakyat gigit jari setelahnya.
    DEMOKRASI untuk SIAPA?

    Ayo temukan jawabannya dengan mengikuti!

    Halqah Islam & Peradaban
    –mewujudkan rahmat untuk semua–
    “Masihkah Berharap pada Demokrasi?”
    Tinjauan kritis terhadap Demokratisasi di Dunia Islam

    Dengan Pembicara:
    Muhammad Rahmat Kurnia (DPP HTI)
    KH. Ahmad Fadholi (DPD HTI Soloraya)

    yang insyaAllah akan diadakan pada:
    Kamis, 26 Maret 2009
    08.00 – 12.00 WIB
    Gedung Al Irsyad

    CP: Humas HTI Soloraya
    HM. Sholahudin SE, M.Si.
    081802502555

    Ikuti juga perkembangan berita aktual lainnya di
    hizbut-tahrir.or.id

    Semoga Ia senantiasa memberikan petunjuk dan kasih sayangnya kepada kita semua.
    Ok, ma kasih atas perhatian dan kerja samanya. (^_^)
    Mohon maaf jika ada ucapan yang kurang berkenan. (-_-)

    Wassalamu alaikum wr. wb.

  2. harimukti berkata:

    Jika memang demokrasi ini menguras biaya yang sangat besar? Jika memang rakyat hanya akan gigit jari setelah pesta demokrasi?
    Lantas apa yang harus kita lakukan?
    Apakah kita malah membiarkan itu semua?
    Apakah kita malah diam di “luar” yang belum menyelesaikan masalah?

    Wallahu’alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s