Bimbang antara dua pilihan


Hari ini, kembali ku rasakan hal yang kurasakan pada 6 bulan lalu, saat akan memutuskan antara melanjutkan kuliah S2 ataukah bekerja. Saat itu, banyak sekali pertimbangan yang harus aku perhatikan, terkait berbagai rencana dan cita-cita hidup yang sudah aku canangkan jauh-jauh hari. Tidak hanya untuk diriku sendiri, tapi juga untuk orang tua, adik-adik, keluarga ku kelak suatu saat, dan semua pihak yang ada di sekitar ku. Sehingga antara S2 dan bekerja berada pada tingkat prioritas yang sama.

Saat itu, petimbangan utama saya untuk memilih kuliah S2 adalah sebagai upaya untuk memperbaiki “kualitas hidup” yang lebih baik. Maklum saat itu hasil dari kuliah S1 saya tidak terlalu memuaskan, jauh dari harapan hati kecil saya. Kecil kesempatan bagi saya untuk berkarir di suatu tempat yang memilki “income” besar dengan modal S1 tersebut, pasti prasyaratnya sangat berat. Meski terkadang tidak selamanya hasil kuliah S1 sebanding linier dengan kualitas pekerjaan. Dan tidak ada jaminan pula bahwa S2 saya akan lebih baik dan memperoleh kondisi hidup yang lebih baik setelahnya. Selain juga karena cita-cita saya untuk memperoleh doktoral dalam usia 30 tahun.

Kemudian, pertimbangan utama saya untuk bekerja adalah keinginan saya untuk lepas sepenuhnya dari tanggungan orang tua. Agar orang tua bisa terpusat konsentrasinya untuk menyukseskan cita-cita adik-adik yang ternyata membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk mencapainya. Dengan kerjaan itu, saya dapat menggunakan sebagian kecil dari gaji saya untuk keperluan sehari-hari saya, sisanya saya bagi-bagi untuk membantu adik-adik saya, tabungan kuliah S2 saya, dan tabungan ketika kelak saya berkeluarga.

Setelah melalui perenungan yang sangat panjang, dengan keyakinan bahwa Allah sudah menakdirkan kadar rezeki bagi hamba-Nya, akhirnya saya memutuskan untuk mencari pekerjaan yang membuka peluang bagi saya untuk melanjutkan kuliah S2 dengan tidak kehilangan status dalam pekerjaan tersebut. Dan Alhamdulillah, Allah mengabulkannya dengan memberikan dan membuka jalan bagi saya untuk melakukan itu. Sudah 5 bulan saya bekerja di tempat itu dan ini adalah bulan ke-6, dengan penghasilan yang bagi saya sudah cukup untuk menjajaki beberapa rencana dalam hidup. Dan tabungan dari penghasilan itupun telah saya gulirkan.

Seiring berjalan waktu, lamaran kuliah S2 pun saya sampaikan pada suatu perguruan tinggi. Tidak lebih dari 1 bulan, saya dikabari bahwa saya ternyata diterima sebagai mahasiswa master di perguruan tinggi tersebut. Subhanallah… Sebuah kenikmatan bagi saya yang mungkin jarang didapatkan orang. Diberi kesempatan untuk bekerja sambil kuliah. Tidak terbayang jika ternyata kemarin saya diberikan hasil S1 yang memuaskan dan memperoleh pekerjaan yang layak, mungkin saya tidak akan dapat kesempatan untuk melanjutkan kuliah S2 ini.
Fyuh.. Sebuah takdir yang tidak sederhana…

Namun, ternyata kebahagiaan saya dapat bekerja sambil kuliah tersebut tidak berlangsung lama. Tiba-tiba terbersit dalam hati kecil ini untuk memutuskan memilih salah satunya. Terbersit dalam hati kecil bahwa jangan sampai hasil kuliah S2 yang saya cita-citakan terganggu karena kerjaan saya saat ini (menuntut mobilitas sangat tinggi). Begitupun sebaliknya jangan sampai perkembangan kantor menjadi terhambat karena terganggu oleh tidak efektifnya kerjaan saya yang sedang kuliah.

Hmm… Sebuah pilihan yang kembali tidak sederhana, sama seperti dulu, tapi semuanya telah ada dalam genggaman dan memutuskan untuk melepas yang mana, bukan mengambil yang mana. Ditambah lagi, saat ini dibalik kedua pilihan itu telah terhampar pula prospek-prospek yang jauh lebih baik. Jika memprioritaskan kuliah, bagaimana dengan kerjaan saya yang bisa jadi berdampak pada finansial saya. Dan jika memprioritaskan kerjaan, bagaimana dengan kuliah saya yang berdampak pada nasib masa depan saya. The hardness decision for me… Walaupun memang, jika saya memprioritaskan kuliah, telah terbuka corong-corong finansial lain meskipun tidak sebesar yang ada saat ini.

Duhai Rabbi… Penentu segala kejadian bagi ciptaan-Nya, berikanlah kepada hamba-Mu ini petunjuk untuk mengambil keputusan terbaik antara dua pilihan itu dengan tidak mengganggu keputusan-keputusan besar lainnya yang telah ku ambil…

Bismillah… Jika allah telah menetapkan sesuatu, pasti Allah akan membuka jalan bagi kebaikan hamba-Nya tersebut… Insya Allah…[PHM]

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Cita-cita, Kisah Hidup dan tag , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Bimbang antara dua pilihan

  1. Nanang Yusuf berkata:

    Ya semoga ini juga membantu saya dalam menentukan pilihan memilih kuliah s2

  2. Ping balik: 2010 in review « Prasetiyono's Weblog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s