Number Portability (2)


Alhamdulillah.. Akhirnya saya bisa lagi sambung pembahasan mengenai Number Portabilty ini.
Menyambung dari pembahasan sebelumnya mengenai “dasar teori number portability”, berdasarkan kelasnya, setidaknya ada dua bagian besar NP, yaitu local number portability (LNP) dan mobile number portability (MNP). MNP kadang-kadang disebut juga dengan wireless number portability (MNP) atau wireless local number portability (WLNP). Di beberapa negara, seperti Australia, sebenarnya ada juga dengan apa yang disebut freephone number portability (FNP) dan local rate number portability (LRNP). Namun begitu, LNP dan MNP lebih sering mengemuka mengingat pembagian telepon lokal dan bergerak juga sudah begitu umum.(http://hsutadi.blogspot.com/2008/09/menanti-implementasi-number-portability.html)

Bisa jadi, number portability ini menjadi salah satu solusi keluhan para pelanggan yang biasa melakukan perjalanan luar kota. Mengapa? Suatu saat, ketika seorang pelanggan berada di suatu daerah, jaringan operator seluler yang biasa digunakannya sehari-hari tidak tersedia di sana atau mengalami kondisi jaringan yang lebih buruk dari jaringan operator yang lain. Tentu pelanggan tersebut memiliki keinginan untuk pindah sementara ke jaringan operator tersebut, namun masih tetap ingin menggunakan nomor yang sama. Jika number portability ini sudah diterapkan, tentu ini akan memudahkan. Pelanggan tersebut tinggal pindah ke operator lain dengan tetap menggunakan nomor yang sama.

Dari sisi layanan, tentu teknologi ini memberikan keuntungan bagi pelanggan. Pelanggan dapat dengan mudah memilih layanan yang sangat menarik bagi dirinya dengan tidak kehilangan nomor yang sudah dimilikinya sejak awal. Namun, bagi operator, penerapan teknologi ini memberikan tingkat kompleksitas yang sangat tinggi, seperti sistem pentarifan, jaminan kualitas layanan, dan sistem penomoran.

Jika kita perhatikan kondisi persaingan layanan seluler saat ini, sedang terjadi perang tarif yang sangat sengit di antara para operator untuk merebut market share dari pengguna telepon seluler. Masing-masing operator menawarkan tarif yang sangat murah baik untuk on-net (sesama operator) maupun off-net (lintas operator). Walaupun selalu diimbuhi dengan “syarat dan ketentuan berlaku”. Murahnya tarif tersebut tidak hanya ditawarkan untuk layanan voice maupun SMS, tetapi sudah masuk dalam layanan data yang sangat menjanjikan.

Persaingan ini tentu akan terus berlanjut karena besarnya potensi pasar yang ada di Indonesia ini. Jika pihak regulator mampu mengelola persaingan ini dengan baik dan menciptakan aturan-aturan yang kondusif untuk penyelenggaraan layanan telekomunikasi ini, rasanya tidak sulit untuk menerapkan sistem ini. [PHM]

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Teknologi dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s