Alhamdulillah…
Akhirnya, setelah berjuang lima tahun kuliah di ITB, pada tanggal 26 Juni 2008 dalam sebuah Sidang Tugas Akhir saya dinyatakan LULUS sebagai SARJANA TEKNIK dari Program Studi Teknik Elektro ITB. Sebuah kebanggan yang sulit untuk diungkapkan, karena masih banyak misteri yang belum terungkap. At least, saya sudah LULUS dan bisa melanjutkan rencana-rencana hidup yang sudah disusun. Terima Kasih Pak Ridwan.. Terima Kasih banyak atas bimbingan yang telah diberikan selama menyelesaikan tugas akhir ini.
Ada kisah menarik dalam segmen hidup saya ini untuk bisa menjadi seorang SARJANA TEKNIK (S.T.). Pada awalnya saya masuk ITB, saya bertekad untuk dapat lulus dalam 4 tahun. Namun, apa daya ternyata saya memilih untuk melakukan hal lain yang dapat dijadikan bumbu sehingga pada akhir masa kuliah bisa memperoleh tambahan modal untu bertarung dalam kehidupan. Tak disangka, ternyata pilihan saya ini mendatangkan sebuah ancaman bagi akademik saya. Dan ternyata itu hampir mewujud di akhir-akhir masa penyelesaian Tugas Akhir saya yang berakibat saya tidak akan mendapat ijazah sebagai Lulusan ITB. Untungnya, atas pertolongan Allah melalui salah seorang dosen, saya bisa selamat dari hal tersebut dan berhasil lanjut untuk menyelesaikan kuliah secara normal.
Hari-hari pun terus berlanjut, masa pengumpulan tugas akhir berhasil terpenuhi dan tibalah saatnya pada masa-masa yang dinantikan oleh seorang mahasiswa yaitu Sidang Tugas Akhir. Sebuah awal yang menentukan akhir dari proses perkuliahan yang telah dilalui. Saya pun tidak luput dari hal ini. Saya memperoleh jadwal Sidang Tugas Akhir pada Kamis, 26 Juni 2008 jam8 dengan 3 orang penguji. Meskipun secara persyaratan sidang sudah terpenuhi sejak 19 Juni 2008, namun secara materi masih belum mamadai. Masih banyak hal-hal yang masih belum dipahami secara mendalam. Baik itu tentang isi tugas akhir, maupun hal-hal lain yang berkaitan dengan topik tugas akhir itu, namun di luar pembahasan. Alhasil, H-2 pelaksanaan sidang, saya masih ke lapangan untuk melakukan verifikasi atas data-data pengukuran yang saya peroleh. Namun, tidak memperoleh hasil karena perangkat yang saya gunakan untuk verifikasi tersebut kurang memadai, katanya vendornya sih underdevelopment. Ya sudah, saya pun pasrah atas data-data yang saya peroleh tersebut. Semoga Allah swt menurunkan pertolongannya pada saat sidang nanti…
H-1 adalah saatnya saya melakukan persiapan akhir untuk sidang. Pembimbing I ditemui untuk meminta saran atas bahan presentasi yang akan saya gunakan. Dan dinyatakan siap. Berikutnya giliran Pembimbing 2 yang saya temui. Nah, pada saat bertemu pembimbing 2 ini, percaya diri saya mulai turun. Beliau mengajukan berbagai pertanyaan yang seolah-olah akan ditanyakan pada saat sidang nanti. Ditambah lagi pada malam menjelang sidang itu, tiba-tiba saya sakit kepala yang sangat “senut-senut” sehingga saya harus tidur lebih awal. Di pagi harinya, ternyata saya bangun dengan kondisi yang kurang segar karena tidur dalam kondisi yang kurang nyaman.
Sambil menunggu saatnya sidang tersebut, HP saya berdering beberapa kali menerima panggilan telepon dari Bapak yang menanyakan kondisi anaknya yang akan sidang dan teman saya yang dulunya menjadi Sekretaris Umum ketika menjadi Ketua Umum sebuah organisasi.
Tibalah masa sidang itu, saya presentasikan hasil pengerjaan tugas akhir saya dalam waktu tepat 15 menit (kalau ga salah lihat jam di HP). Dan giliran penguji menanyakan banyak hal tentang hasil tersebut. Subhanallah… Ternyata tanpa disangka-sangka pertolongan Allah swt tersebut datang. Pertanyaan-pertanyaan yang dikeluarkan oleh penguji tersebut adalah hal-hal yang memang saya kerjakan, namun tidak ditampilkan dalam slide presentasi. Karena pada awalnya slide saya terlalu banyak (sekitar 60 slide), sehingga atas saran Pak Ridwan selaku Pembimbing I yang mengatakan “kurangi slidenya jangan ditampilkan semuanya”, saya pun menguranginya. Dan saya pun menjawabnya dengan lancar. Kemudian saya dipersilakan keluar untuk memberi waktu penguji bersidang. Setelah saya masuk, saya dinyatakan lulus dengan hasil baik… ALHAMDULILLAH…
Terima kasih ya Allah atas berbagai pertolongan yang engkau berikan. Sekali lagi, terima kasih Pak Ridwan atas segala saran yang telah diberikannya… [PHM]
DIarsipkan di bawah: Kisah Hidup
wa…..selamat y..
doakan segera menyusul =)
btw, selamat datang di wordpress. main2 y..^^
Alhamduillah…
Ya.. Semoga “rifqie” segera menjadi ST juga..
saya kira sekarang??
Kenapa atuh…??
Btw, main2 kemana?
Selamat atas kelulusannya dan resmi menyandang gelar ST.
semoga mampu dijadikan motivasi untuk lebih baik dan tentunya mampu memberikan manfaat bagi pribadi dan masyarakat.
salam kenal
Terima Kasih.. Amin,,
“Life never run smooth”
smua kejadian ga selamanya sesuai dg rencana… Dan justru disitulah seniny… Dimana 4WI slalu menguji hambanya dg cobaan…
congrats buat kelulusannya…
Barakallah…
Akhirnya…
Semoga menjadi ST yang mujahid. Amin…
Sampai jumpa di Sabuga
waaah selamat ya kang pras
untuk kedua kalinya nih
nama LPMPP ga disebut
jahaaaaaaaaaaaaaat
hiks
Btw ditunggu makan2nya
Hmm …
Sebagai Hukuman nih
Kang pras harus mentraktir kite para angel …
kikiki
CIKO, Botram, dll*
‘afwan telat banget..
Selamat y K’Pras!
Barakallah..
Welcome to the “jungle” akhi….
Welcome to a world which full of uncertainty….
Selamat ya….
Ditunggu undangannya…
undangan yang manapun lah pokoknya …